Semoga Ibu-ibu Telaga Sari Menyebarkan Semangat “Wind of Change”


Pelatihan Kelola Sampah Terpadu kali ini mengambil lokasi di Perumahan Telaga Sari Indah, Karawang. Meskipun agak terlambat dimulai, namun para peserta tidak ada yang ngambek, malahan mereka bersemangat mengikuti acara sampai selesai di sore hari. Ada yang berbeda dalam acara saat itu, yaitu kegiatan pelatihan diawali oleh pemberian materi motivasi. Di dalam materi motivasi tersebut ada momen relaksasi diiringi goyangan “Sik Asik”nya Ayu Ting Ting dan ada meditasi dengan musik instrumennya. Tampak ibu-ibu yang berjumlah lebih dari 30 orang itu begitu serius dan menikmati setiap momennya.

Eh, ternyata di antara para peserta ada 2 orang anak SMP yang juga mengikuti pelatihan tersebut. Namun pada saat akhir acara diminta komentar tentang acara tersebut, agak grogi juga mereka. Yah, suatu gambaran, bahwa anak-anak kita di sekolah belum terbiasa tampil untuk bicara di depan umum. Ada 1 orang peserta dari salah satu kelompok yang menguraikan hasil tugas kelompoknya dengan baik dan lancar, ibaratnya seorang ibu pejabat.

Yang paling seru adalah setelah acara foto bersama dengan penuh semangat di penghujung acara, ternyata alam langsung menyambut kami dengan angin yang sangat kencang, hampir-hampir menerbangkan layar proyektor kami. Ternyata alam sangat menyambut kegiatan pelatihan untuk membantu memperbaiki keadaan alam dari dampak sampah ini dengan “Wind of Change” atau angin perubahan. Ya, mudah-mudahan para ibu di Telaga Sari ini dapat meneruskan perjuangan memperbaiki alam dengan semangat perubahan, seperti lirik lagu “Wind of Change” : “Take me to the magic of the moment on a glory night, where the children of tomorrow dream away, in the wind of change..”

Iklan
By bersihdiriblogger

Mimpiku Bertemu Malaikat Pembersih Alam Jadi Nyata


Tanggal 10 bulan Desember tahun lalu saat aku menerbitkan blog ini, aku hanya membayangkan, bakal punya kegiatan yang berkecimpung di bidang lingkungan, punya teman-teman yang berpandangan sama tentang lingkungan, punya tempat yang bisa menjadi contoh bagi orang banyak tentang bagaimana mengolah sampah dimulai dari sampah rumah tangga dan bermimpi suatu saat ingin punya banyak sahabat dari berbagai daerah yang sepikiran.

Allah Maha Mendengar doa hambaNya. Tidak perlu menunggu lama, bulan Pebruari aku sudah menemukan kegiatan di bidang lingkungan bersama teman lamaku. Salah satu kegiatan yang dijalankan adalah mewujudkan tempat pengolahan sampah organik yang bisa menjadi contoh buat siapa saja yang peduli terhadap lingkungan hidup. Subhanallah, setelah aku datangi tempat itu, ternyata apa yang dulu kami rintis, benar-benar menjadi nyata saat ini, berupa rumah kompos percontohan yang menurut ukuranku sangat megah, karena ini bukan rumah manusia tetapi rumahnya sampah, si buangan manusia.

Rumah kompos tampak depan

Sampah organik sedang diproses menjadi kompos

Siapa yang mengira itu rumah kompos, dari depan ‘kan seperti rumah futsal? Tapi begitu masuk ke dalam yang ada bukan orang main bola, tapi orang-orang lagi main sampah. Ya, si pemulung sedang memilah sampah non organik yang masih bisa dimanfaatkan, sementara petugas rumah kompos sibuk mencacah, menyusun tumpukan dan mengayak kompos yang sudah jadi. Hebat ‘kan?

Apakah mimpi bertemu malaikat pembersih alam bakal menjadi kenyataan? Alhamdulillah, tidak cuma satu, tapi 40 sekaligus malaikat yang datang dari segenap penjuru tanah air, minus dari Timor Timur dan Papua. Mereka adalah para Tenaga Fasilitator Lapangan 3R (Reduce, Reuse, Reccycle) yang ditugaskan oleh Departemen Pekerjaan Umum untuk studi banding ke tempat kami di Pamulang, Tangerang Selatan ini. Betul-betul mimpiku menjadi kenyataan.

Foto bersama para malaikat pembersih alam

Tugas sahabat-sahabat baruku ini sungguh mulia. Mereka ditugaskan menjadi fasilitator di tengah masyarakat untuk membantu pemerintah menanggulangi permasalahan lingkungan hidup, termasuk mengurangi sampah, memanfaatkan sampah, mencegah pemanasan global dan sebagainya. Sayang pertemuan kami hanya singkat, karena mereka masih banyak tugas yang menanti.

“Selamat berjuang, kawan! Semoga Allah mempertemukan kita kembali.”

By bersihdiriblogger