Ada Getaran di Bumi Teluk Jambe Karawang Akibat Adanya Tapak Alami 2012


Suatu kesempatan yang sangat berharga. Di sebuah sudut Karawang, warga Perumnas Bumi Teluk Jambe Blok F, Desa Sukaluyu mengadakan kegiatan Tapak Alami 2012 bekerja sama dengan Pusdakota Surabaya dan HM Sampoerna. Tapak Alami maksudnya, Tani, Pangan dan Kampung Alami. Kegiatan ini meliputi ekspo produk ramah lingkungan dan sarasehan bertema, “Pertanian Alami dan Kontribusinya bagi Kedaulatan Pangan Indonesia”.

Dalam kegiatan ekspo selama 2 hari tanggal 21 & 22 April yang ditampilkan di antaranya Tim Kelola Sampah Terpadu dengan metode pelatihan sistim pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Komunitasnya, produk kompos hasil olahan sampah rumah tangga dari Villa Pamulang Mas, produk2 hasil daur ulang sampah anorganik berupa asesoris anak perempuan dari hasil karya ibu-ibu Dinas Perikanan Sukamandi, lampu lampion Pak Bob Novandy dan sandal anaknya Pak Dani Kusmayadi, juga ada pupuk organik cair hasil karya mahasiswa Unsika dan stan PPK Sampoerna yang mempunyai program pelatihan kewirausahaan.

Di hari Minggunya, acara sarasehan mengundang narasumber dari pejabat pusat Bapak Sony dari Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, dulunya pernah di Kementerian Lingkungan Hidup yang punya banyak pengalaman di bidang lingkungan hidup, Bapak Nanang dari Bina Desa Jakarta yang menganalisa tentang kondisi ketahanan pangan di Indonesia ke depan, ada Abah Ndai yang merupakan pensiunan Telkom namun saat ini sukses sebagai petani organik yang punya banyak pengalaman di bidang pertanian alami di Garut, serta Ibu Sri Widowati sebagai perwakilan HM Sampoerna yang mendukung program pertanian di Desa Puserjaya dan Sukaluyu sehingga terjadi peningkatan signifikan dari hasil panen padi di sawah beberapa orang petani peserta program SRI.

Dua hari berkumpul dengan para penggiat lingkungan, sungguh merupakan peristiwa seperti dalam mimpi. Suasana yang terbangun sungguh sangat menyejukkan. Jauh dari kebisingan geng motor, jauh dari keributan demonstrasi, jauh dari kepanikan ancaman tsunami, jauh dari kegelisahan akibat gangguan sang tomcat. Suasana kehidupan yang sepertinya hanya ada dalam khayalan. Serba rukun, damai, aman, penuh keceriaan. Ingin rasanya suasana ini terbawa terus dalam kehidupan keseharian. Bayangkan jika kita sudah benar-benar menjiwai kehidupan yang alami, makannya nasi organik yang murah, lauknya ikan bebas formalin, telurnya dari ayam bebas suntikan, sayurnya hasil budidaya dari pertanian organik murni yang menggunakan pupuk organik pula, ditutup oleh buah-buahan segar hasil budidaya dari perkebunan organik di lahan yang irigasinya bebas dari pencemaran air dan juga tidak menggunakan pestisida kimia. Wow, betapa indahnya dan betapa sehatnya kita.

Sungguh, aku berterima kasih kepada warga Perumnas BTJ, Pusdakota dan HM Sampoerna yang telah memberikan kesempatan untuk bisa merasakan getaran di bumi pertiwi akibat kami para penggiat lingkungan menjejakkan kaki bersama-sama dalam Tapak Alami 2012. Tinggal kita menyusun langkah-langkah berikutnya dengan getaran yang lebih besar skala Richter-nya untuk menggetarkan hati para pejabat pemerintah daerah dari Bupati/Walikota sampai Lurah, agar lebih peduli akan kondisi lingkungannya yang semakin parah. Marilah berbuat sesuatu terhadap alam ini. DO SOMETHING BETTER THAN NOTHING!

Iklan
By bersihdiriblogger