Telah sucikah kita setelah berpuasa sebulan penuh?


Sesuai dengan nama blog ini, yaitu bersihdiriblogger, sangat tepat kiranya kita berintrospeksi diri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Meski ada yang genap 30 hari dan ada yang hanya 29 hari, tidak membedakan makna dari ibadahnya sendiri, mengingat di awal bulan kita sudah berniat berpuasa di bulan Romadhon tahun ini karena Allah ta’ala.

Setiap kali kita memasuki Romadhon, semangat kita menggebu-gebu dalam bertarawih dan bersahur. Namun yang sering terjadi, itu hanya bertahan 1 sampai 2 minggu, sejak itu kita disibukkan oleh undangan berbuka puasa bersama dari para kerabat dan saudara, juga sudah disibukkan untuk mencari keperluan Lebaran, khususnya pakaian dan bahan makanan. Seminggu terakhir kita masih menggebu-gebu, namun untuk mencari tiket pulang kampung dengan niat bersilaturahmi kepada orang tua tercinta. Dalam perjalanan menuju kampung selama beberapa hari, kadang kita mengalahkan puasa kita dengan alasan kepanasan, kehausan, akibat terjadinya kemacetan yang parah.


Wahai, saudaraku, pada saat Allah SWT menetapkan salah satu rukun dalam Islam adalah shaum (puasa), sebenarnya tujuannya bukan seperti apa yang kita jalani hari ini. Sebagai muslim yang sudah aqil baligh kita wajib berpuasa tujuannya untuk menahan diri dari segala godaan hawa nafsu yang dalam kehidupan duniawi sering menjebak kita ke dalam perbuatan tercela dan hina, seperti korupsi uang rakyat, berkhianat kepada perusahaan, mengadu domba sahabat, berbohong kepada orang tua, menelikung rekan sendiri dalam proyek, memfitnah tetangga, berselingkuh, melakukan kekerasan kepada istri/anak, menggunjingkan orang lain, sampai mencemari lingkungan kita dengan sampah/limbah.

Adakah waktu sebulan cukup bagi kita untuk merenungi segala kesalahan kita tadi? Ataukah perlu adanya perpanjangan waktu dan diakhiri dengan diadakannya hukuman penalti dari Allah kepada kita, akibat diri kita tidak juga menyadari kekeliruan itu? Sempatkah di antara kesibukan di bulan Romadhon lalu kita bertafakur, untuk mencari kebenaran sejati? Semoga ini dapat menjadi pelajaran buat kita semua, agar kehiduoan di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya, mengalami suatu pencerahan batin.

Allah SWT akan mengampuni segala dosa/kekhilafan manusia yang tunduk untuk bertaubat memohon ampunanNya, karena Dia Maha Pengampun. Namun Dia akan membiarkan manusia yang sombong lagi lalai akan makna ibadah puasanya untuk terus berbuat tercela dan hina di muka bumi, sampai manusia itu betul-betul bertaubat. Na’udzu billah minzalik. Marilah sahabat-sahabatku, kita saling memaafkan dan saling mengingatkan kepada sesama akan pentingnya menjaga kebersihan hati kita sepanjang waktu tidak hanya di bulan suci saja, namun juga sepanjang tahun dan sepanjang hayat.

Iklan
By bersihdiriblogger