Pertemuan dengan Pak Kaban yang Ramah dan Membawa Berkah


Siang itu kami ada pertemuan dengan para pejabat di Tangerang Selatan terkait rencana penanganan sampah di Pasar Ciputat. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Dinas Kebersihan dan Penyehatan Permukiman Tangerang Selatan. Acara ini digagas oleh Bapak Haji Husein, seorang warga Ciputat yang sadar akan kondisi di Pasar Ciputat yang semrawut, khususnya dalam hal masalah sampah pasar. Mulai dari soal retribusi dan pungutan kepada pedagang yang bisa lebih dari 3 kali sehari, namun tidak jelas peruntukannya, sampai soal premanisme yang biasa berada di setiap pasar di Indonesia, termasuk yang kami bahas.

Hadir di dalam pertemuan itu, perwakilan dari DKPP, perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Kapolsek, Komandan Koramil, Lurah Ciputat dan beberapa orang calon fungsionaris Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ciputat Bersih. Saya di situ hadir sebagai peninjau dari LSM lingkungan di Jakarta. Pertemuan berjalan lancar dan sukses. Semua pihak mendukung, ada yang 1000%, bahkan ada yang sejuta persen. Semua berharap kegiatan ini segera dilaksanakan, terutama dalam rangka mengejar penilaian Adipura Tahun 2012 yang akan diadakan pada bulan Oktober mendatang.

Yang menarik dari pertemuan hari itu, ada seseorang yang dipanggil Pak Kaban. Padahal tidak ada satupun yang hadir bernama seperti itu. Ternyata yang dimaksud Pak Kaban adalah Bapak Rahmat Salam, selaku Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tangsel, maka dipanggil Kaban (Kepala Badan).

Setelah pertemuan itu, saya dan seorang teman, menyempatkan bersilaturahmi ke ruang kantor Pak Kaban. Begitu masuk ruangan beliau, kami disambut dengan ucapan beliau, “Nah ini dia pahlawan-pahlawan lingkungan, ini guru saya.” Subhanallah. Tidak menyangka sama sekali sambutannya membuat kepala menjadi membesar. Bagaimana tidak membesar, lha beliau itu bergelar seorang Doktor. S1 dari FISIP UI, S2 Ilmu Lingkungan di UI dan S3 Ilmu Pemerintahan di UI juga. Bahkan beliau sempat menjadi Dekan FISIP UI.

Beliau sempat bercerita sekilas tentang perjalanan sejarah bagaimana beliau sampai menjabat di sana. Awalnya pada saat tanggul Situ Gintung jebol beberapa tahun lalu, beliau adalah orang pertama yang turun ke lapangan mengkoordinir Tim SAR, relawan, mahasiswa dan semua pihak yang berkepentingan. Singkatnya gerak langkah beliau diamati oleh Gubernur Banten, Ibu Atut. Sejak itu beliau diangkat menjadi Staf Ahli Gubernur Banten. Setelah itu beliau juga membantu mempercepat pelaksanaan pemilihan anggota DPRD Banten, sehingga beliau ditempatkan sebagai Sekwan (Sekretaris Dewan). Beliau juga sempat diposisikan di Badan Penanggulangan Bencana. Terakhir ya yang sekarang ini sebagai Pak Kaban.

Menutup pembicaraan sore itu, Pak Kaban langsung menghadiahi kami dengan kata-kata, “Pak, mohon ijin, lokasi TPS 3R di Vila Pamulang Mas 2 akan dijadikan salah satu lokasi penilaian Adipura untuk Tangerang Selatan.” Subhanallah walhamdulillahirobbil ‘alamiin. Betapa pertemuan dengan Pak Kaban yang ramah benar-benar membawa berkah buat kami. Terima kasih Pak Kaban. Semoga kebaikan hati Bapak dibalas Allah SWI dengan limpahan rizki dan kesehatan. Amin ya robbal ‘alamiin.

Iklan
By bersihdiriblogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s